Bisnis & Keuangan

Home

Asuransi

Bisnis Kecil

Bisnis Online

Investasi

Kartu Kredit

Peluang

Perdagangan

Perusahaan

Tenaga Kerja

Tips Mempertahankan Bisnis Online Sepertinya semua orang menggunakan media jejaring sosial untuk mengembangkan bisnisnya. Ironisnya [...]

Sepertinya semua orang menggunakan media jejaring sosial untuk mengembangkan bisnisnya. Ironisnya [...]

Cara Mendapatkan Penghasilan Dari facebook Mencari uang di internet bisa di lakukan di mana saja, melalui iklan, forum dan media, nah sekarang [...]

Mencari uang di internet bisa di lakukan di mana saja, melalui iklan, forum dan media, nah sekarang [...]

Trending Topics:

– Trending 1

Tips Membuka Toko Baju Bayi 27 days ago

Tips Bahasa Tubuh Saat Wawancara Kerja 60 days ago

10 Fakta Dalam Wawancara Kerja 67 days ago

Tips Memulai Bisnis Toko Bunga 78 days ago

RSS

Email

Twitter

Facebook

Bisnis

Buku

Komputer

Pendidikan

Handphone

Makanan

Wisata

Hewan

Rumah

Hiburan

Desain

Kesehatan

Musik

Olahraga

Internet

Keluarga

Fashion

Hobi

Budaya

Otomotif

Elektronik

Jambu mete adalah salah satu jenis tanaman industri yang dikembangkan di daerah dataran rendah beriklim kering. Tanaman ini juga bisa dibudidayakan di lahan kritis sebagai penghijauan maupun konservasi lahan. Produk jambu mete yang sering dijadikan komoditas usaha adalah bijinya.

Pengolahan biji jambu mete akan menghasilkan limbah berupa buah semu dan kulit atau cangkang biji. Karena dianggap sebagai limbah, buah semu biasanya dibuang begitu saja. Padahal buah semu sebenarnya bisa menghasilkan peluang usaha jika diolah lebih lanjut, yakni sebagai pakan ternak.

Buah semu bisa diolah menjadi pakan ternak yang baik jika dilakukan proses fermentasi terlebih dulu. Proses ini sangat diperlukan untuk meningkatkan nilai gizi buah semu yang sebelumnya rendah. Dengan proses fermentasi, kadar protein dan kalori bisa ditingkatkan sedangkan kadar serat kasarnya bisa diturunkan. Jika diolah lebih lanjut, yakni dengan mengeringkannya, buah semu bisa menjadi tepung dan bertahan hingga enam bulan. Pakan berbentuk tepung dari buah semu jelas lebih praktis serta mudah dalam penyimpanan, pengangkutan, dan pencampurannya ketika diberikan kepada ternak. Dengan penepungan, stok pakan akan selalu tersedia di luar musim panen sekalipun.

Prosedur fermentasi membutuhkan mikroba tertentu agar prosesnya bisa berjalan efektif. Mikroba yang mampu menghasilkan fermentasi terbaik dalam pengolahan limbah mete adalah jenis Aspergillus Niger. Aspergillus Niger merupakan sejenis jamur yang bisa hidup dalam kondisi ada oksigen (aerob) maupun tanpa oksigen (anaerob). Dengan demikian penggunaan jamur ini dalam proses fermentasi akan membuat lebih praktis karena proses fermentasi tidak harus berada dalam tempat yang tertutup rapat. Dengan memperbanyak jumlah Aspergillus Niger, maka proses fermentasi akan berjalan lebih efektif lagi.

Proses aktivasi dan pembiakan Aspergillus Niger membutuhkan sejumlah bahan. Di antaranya adalah gula pasir, urea, dan NPK, masing-masing sebesar 1% dari berat air. Jika diganti dengan campuran gula pasir dan ekstrak tauge (kecambah kacang hijau), maka komposisi masing-masing sebesar 2,5% dari berat air. Dengan proses pembiakan ini, dari 1 liter Aspergillus Niger bisa dikembangkan menjadi 200 liter.

Air yang dipergunakan pun juga harus diperhatikan. Harus terjaga kebersihannya dan tidak mengandung kaporit sebagaimana air PAM. Jika terpaksa menggunakan sungai ataupun air yang kotor, maka harus dimasak terlebih dahulu hingga benar-benar mendidih. Hal ini dimaksudkan untuk membunuh mikroba yang terdapat di dalamnya. Setelah air masak dan didinginkan, baru kemudian gula pasir, urea,dan NPK atau kombinasi dari gula pasir dan ekstrak tauge dimasukkan ke dalamnya dan diaduk hingga larut. Kemudian bibit Aspergillus Niger masukkan sebesar 0,5% dari volume air.

Proses berikutnya adalah aerasi selama 30-48 jam. Anda tidak perlu bingung jika tidak memiliki aerator. Alternatifnya yaitu dengan membiarkan larutan tadi selama 72 jam baru kemudian bisa digunakan. Ketika tiba pada proses aktivasi, seluruh bahan harus ditaruh di tempat yang teduh dan tertutup agar tidak terkontaminasi oleh mikroba.

Sebelum proses fermentasi dilakukan, limbah mete yang masih mengandung air sebesar 60% perlu dikurangi kadar airnya. Bisa dicacah terlebih dulu baru kemudian diperas secara manual. Bisa juga langsung diperas secara manual maupun menggunakan alat. Setelah itu limbah diratakan dalam suatu wadah dengan ketebalan sekitar 5-10 cm lalu larutan Aspergillus Niger disiramkan di atasnya hingga merata. Kemudian di atasnya diratakan lagi dengan limbah mete dan dibasahi kembali dengan larutan Aspergillus Niger hingga semua permukaan benar-benar basah. Baru limbah bisa ditutup dengan goni, kain, ataupun plastik agar limbah terjaga kelembabannya dan terhindar dari mikroba.

Proses fermentasi idealnya berlangsung selam 4-6 hari agar terjadi dekomposisi secara sempurna. Kurang dari itu, biasanya dekomposisi tidak terjadi secara sempurna.

Pada hari kelima, wadah fermentasi bisa dibuka dan proses pengeringan dilakukan dengan menjemurnya selama 2-3 hari di bawah terik matahari. Setelah limbah benar-benar kering lalu digiling dengan menggunakan penggiling gaplek atau bisa juga dengan penggiling kopi. Tepung yang didapatkan dari proses penggilingan tersebut bisa langsung diberikan sebagai pakan ternak, khususnya untuk kambing, sapi, dan kerbau. Namun jika ingin menyimpannya, bisa menggunakan karung goni ataupun kantong plastik yang kering dan menutupnya dengan rapat. Limbah yang sudah berubah menjadi pakan ini bisa bertahan hingga enam bulan.

Pakan yang terbuat dari limbah mete memiliki keunggulan. Dari segi gizinya, pakan tersebut memiliki kandungan protein yang tinggi serta serat kasar yang lebih rendah. Pakan dari limbah ini sifatnya adalah makanan pendamping. Artinya makanan pokok dari ternak seperti daun-daun hijau tetap harus diberikan. Kadar pakan yang diberikan disesuaikan dengan berat badan ternak, yakni berkisar 0,7-1,2% berat badan ternak. Jika pakan diberikan pada unggas, maka bisa dicampurkan langsung pada makanan unggas tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan BPPT Bali, pemberian pakan limbah mete terfermentasi bisa meningkatkan bobot ternak secara signifikan. Dari nilai ekonomisnya, pemberian pakan tersebut bisa memberikan keuntungan sebesar Rp. 32 ribu per 12 minggu atau sebesar Rp. 11 ribu per bulannya untuk setiap ekor kambing jika dibandingkan dengan pemeliharaan secara tradisional.

Peluang keuntungan tersebut bisa Anda manfaatkan untuk mengembangkan usaha baru. Apalagi kompetitornya juga belum ada. Jadi, tunggu apalagi!

Retweet this post on Twitter

Like this post on Facebook

StumbleUpon this post

Digg this post

Bookmark on del.icio.us

Cara Meningkatkan Penjualan Bisnis Online

Produk Sabun Herbal

Tips Agar Cepat Naik Jabatan

Peluang Usaha Di Tahun 2012

Tips Berbelanja Online

You must be Logged in to post comment.

Popular

Latest

Comments

Tags

Persekutuan Firma 108 days ago 1

Perseroan Terbatas / PT / Korporasi / Korporat 5 days ago 1

Tips Bisnis Waralaba 14 days ago 0

Akuntansi Hutang 13 days ago 0

Tips Memulai Usaha Laundry 13 days ago 0

Syarat Pendirian PT 12 days ago 0

Akuntansi Untuk Ekuitas 3 hours ago 0

Pasang Iklan Menggunakan Baliho 12 days ago 0

Tips Memilih Karir Yang Tepat 11 days ago 0

Cara Membuat Curriculum Vitae Yang Tepat 11 days ago 0

Contoh Surat Lamaran Kerja 15 hours ago 0

Manajemen Proyek 1 day ago 0

Akuntansi Dan Perkembangannya 2 days ago 0

Persamaan Dasar Akuntansi 2 days ago 0

Cara Meningkatkan Penjualan Bisnis Online 3 days ago 0

Tips Menggaet Pelanggan Baru Lewat Telepon 3 days ago 0

Pengertian Akuntansi 4 days ago 0

Menjadi Pengusaha Mulai Dari Mana? 4 days ago 0

Bisnis Akuntansi Asuransi Bisnis Kecil Bisnis Online Importir & Eksportir Investasi Kartu Kredit Manajemen Peluang Pemasaran & Periklanan Perdagangan Perusahaan Tenaga Kerja

Internet Blogging Domain Email Jaringan Jejaring Sosial Modem Website Musik Band & Musisi Biola Drum Gitar Lirik Lagu Piano

Pendidikan Bahasa Biologi Desain Hukum Matematika Psikologi Sains Wisata Amerika Asia Australia Eropa Indonesia

Handphone Nokia China Phone BlackBerry Apple Android Samsung Sony Ericsson Info Rumah & Taman Berkebun Dekorasi Rumah Taman

Makanan Makanan Minuman Peralatan Dapur Resep Masakan Fashion Kecantikan Makeup & Kosmetik Pakaian Perawatan Rambut Perhiasan Pria Fashion Tato & Seni Tubuh Sepatu

Hiburan Artis / Selebritis Film Media Permainan Ramalan TV Buku Agama Cerita Cerpen Humor Komik Novel Puisi

Keluarga Anak Bayi & Balita Pernikahan Persahabatan Remaja Tips Keluarga Seni & Desain Desain Grafis Fotografi Gambar Kerajinan Lukisan Patung Tarian

Kesehatan Diet & Nutrisi Gaya Hidup Sehat Info Kesehatan Medis Nonmedis / Alternatif Nutrisi Obat Penyakit Budaya Budaya Sejarah Sosial Suku

Olahraga Balap Mobil Balap Motor Basket Biliar Bulutangkis Catur Golf Renang Senam Sepak Bola Skateboard Tinju Voli

Komputer Database Hardware Laptop Multimedia Notebook Pemrograman Software Otomotif Mobil Motor Suku Cadang

Hewan Anjing Ayam & Unggas Burung Hewan Ternak Ikan Kucing Hobi Kerajinan Koleksi Memancing Membaca Merajut & Menjahit Petualangan